“Aku bosan hidup seperti ini ”.
“Kau seharusnya lebih mensyukuri hidup ini! Yah, walaupun aku sendiri juga ingin cepat mati, sama sepert kau”.
Sehari –hari, pembicaraan Shiaki dengan temannya, Aya sama saja, yaitu tentang pergi dan lenyap dari dunia ini. Sejak dulu, Shiaki dan Aya selalu bermimpi untuk mati, mempunyai buku Death Note, tinggal di Seiretei, pokoknya tentang pergi dari dunia yang penuh dengan orang-orang yang kurang peduli dengan nasib mereka ini. “ Biarkan saja aku dimakan Hollow, aku tidak peduli!! Kenapa aku tidak cepat mati! Aku lelah kalau diperlakukan seperti ini terus!!”. Hari ini ucapan Shiaki tentang ‘kematian’ semakin menjadi–jadi. “Ya sudah, aku mau pulang saja! Aku tidak betah jika harus berlama-lama di ‘neraka’!! Bilang saja pada teman-teman aku tidak kerja kelompok karena disuruh cepat pulang soalnya ada acara keluarga!! Kalau tidak, bilang saja Shiaki MATI!!”, ucapnya kesal. “Shiaki …”.
Hari ini Shiaki cepat-cepat pulang karena tak tahan berada di sekolah. “Aku Pulang…”. “Ah, Shiaki, makan dulu.. lho, kenapa kamu cemberut…?”, Tanya Ibu yang malah menyambutnya dengan pertanyaan yang malas djawab. “Biasa..”, jawabnya singkat. Setelah berganti pakaian, ia langsung berbaring di tempat tidur.
“Rasanya badanku habis diaduk-aduk dan digiling di dalam mesin penggilng. Shiaki Tsubasa, entah mengapa banyak orang berpendapat bahwa namaku sangat bagus, berbeda dari yang lain. Dari dulu aku sangat menggemari anime, manga, dan game. Bisa dibilang aku ini Otaku. Maka karena itu, aku berteman dengan Aya sejak SD, yang sama Otaku nya denganku. Dan sejak kecil itulah aku agak susah mendapatkan teman. Karena dua faktor, yaitu pertama anak-anak jaman sekarang sudah terpengaruh tentang yang berbau HOLLYWOOD, dan kedua, karena aku termasuk anak yang kurang sosialisasi. Aku lebih suka berdiam diri di dalam kamar daripada keluar untuk shopping, kecuali ke toko buku aku termasuk anak yang paling rajin! Aku juga anak yang aktif dalam hal menggambar dan berimajinasi. Karena cita-citaku sendiri adalah menjadi mangaka. Dengan Aya, aku membuat tim untuk membuat komik. Rencana kamipun sedang berjalan. Terkadang, aku juga suka berbicara sendiri, yah… itu semua karena imajinasiku ini”, kata Shiaki yang terbasa berbcara sendiri di kamarnya itu.”Ah, sudahlah! Aku mau tidur saja! Capeeek!!”, katanya.
Mimpi yang cukup indah menghiasi tidur nyenyaknya. Tapi tu semua hanya berlangsung untuk sementara. Entah mengapa tiba-tiba mimpi itu menjadi gelap. Di mimpinya, Shiaki terus teringat akan kata-katanya sendiri, tapi yang paling menakutkan adalah “DIMAKAN HOLLOW”. Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di kepalanya. “Huah!!Hah…hah… Ya ampun, itu adalah mimpi terburukku di antara yang paling buruk. Aku tidak ingin mimpiku seperti itu lagi”.
Malamnya, mimpi tu datang lagi. Hal ini terus berulang selama 3 hari. Bahkan Ibu mau membawanya ke Psikolog. Ia hanya dinasihati untuk tidak lupa berdo’a sebelum tidur. Nasihat yang singkat, namun memiliki peran yang sangat penting.
Setelah kurang lebih 5 hari berlalu, mimpi tu tidak datang lagi. Rasanya lega sekali. Namun, kelegaan ini hanya sementara. Pada waktu di kelas, Shiaki sempat bertengkar dengan salah satu temannya. Dia terus mengejek Shiaki dengan sebutan “ROTI KENTANG” karena warna rambutnya yang memang seperti roti kentang. Selama beberapa menit, teman-teman Shiaki mencoba melerai mereka namun gagal. Hingga keadaan berubah. Sifatnya berubah 180 derajat, seperti ada hantu yang merasuki Shiaki.
“Jangan ganggu aku. . . dasar manusia gendut dan jelek. Tidak tahukah kau arti sopan santun. Dimana letak sopan santunmu?!”. “Heh, kau jangan coba-coba,ya! Memangnya kenapa jika aku gendut dan jelek?!Kau naksir? Hah?!”. “Cih, aku tidak sudi berpasangan denganmu!! Dan aku tdak memiliki nafsu denganmu!! Jika kau mengejekku lagi, akan kukempiskan perut gendutmu itu!!” “Coba saja jika kau berani!! Huek!!!*mengejek*”. “ Baiklah kalau begitu. Kulayani keinginanmu! Ayano Tsubasa…*tiba-tiba muncul pedang seperti bulu yang indah di tangan Shiaki*. “Shiaki!!”. Suara Aya lalu menghentikan itu semua. Pedang mirip bulu itu lalu meenghilang dan Shiaki sadar kembali. Shiaki pun kaget apalagi dengan tatapan dan omongan teman-teman tentang yang terjadi barusan. “Shiaki, kau tidak apa-apa?”, kata Aya lembut. Shiaki yang terus memegang ubun-ubunnya itu langsung pergi berlari keluar kelas. “Shiaki!!”, teriak Aya. “Aya.. biarkan saja…”, ucap salah satu temannya mencoba menghentikan. “Tidak…Tidak!!! Ayamu tidak salah! Kalian tidak pernah mengerti bagaimana perasaannya yang sesungguhnya!!”, kata Aya sambil menunjuk seluruh teman-temannya lalu pergi menyusul Shiaki. “Shiaki!!!”
“Haah…Haaah… Apa yang terjadi dengan diriku… Apa yang terjad?... “Apa yang terjadi denganku???!!!!”.”Kau seharusnya bersyukur karena permintaanmu telah terkabul”. “ Siapa? Siapa yang bicara? Permintaan apa?!” Tiba-tiba muncul roh wanita di hadapan Shiaki. “Siapa kau?!!”, bentak Shiaki. “Aku, Ayamu Eicyhart.. salam kenal, Shiaki Tsubasa…”. “Ayamu… Eicyhart….”.”Aku adalah roh yang tadi merasukmu. Maaf aku tidak meminta ijin terlebih dahulu”. “Ayamu Eicyhart, mungkin maksud dari namanya adalah icyheart (berhati es) karena tatapannya begitu dingin, dan cara bicaranya datar. Ia juga wanita yang cantik”, kata Shiaki dalam hati. “ Aku butuh bantuanmu, Shiaki Tsubasa, maukah kau membantuku?”. “ Membantumu… tentu saja, lagipula kau juga sudah membantuku tadi. Tapi tolong, jangan panggil namaku selengkap itu”.”Baiklah, Shiaki. Bantu aku… mengumpulkan ingatan masa laluku…”. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Shiaki angkat bicara. “ Baik… aku akan membantumu…”.
Tiba- tiba Aya muncul dari arah barat tempat Shiaki bersembunyi. Tanpa diketahui Shiaki, Aya sempat mendengar pembicaraan tadi. Shiaki tidak sadar bahwa di sana ada Aya yang sudah tahu rencana Shiaki dalam mengumnpulkan ingatan masa lalu Ayamu.
“Baiklah, ikut aku…”.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


this is my first story. please leave a comments after you read this story..
BalasHapusSankyuu~^^