“Baiklah, ikut aku”.
“Shiaki, tunggu!!”.
“Aya-chan… Aya-chan!! Apa yang kau lakukan disini?”
“Hah…hah… kau mau kemana?”
“Akuuu…. Aku ingin balas budi kepada orang yang telah menyelamatkanku…”.
“Dan, yang kau maksud orang itu… adalah roh manusia yang ingin mencari ingatan masa lalunya, begitu…”.
“Aya, aku…”
“Nona Shiaki, kita tidak boleh berlama-lama disini. Kita harus segera pergi”. Ayamu lalu menyebutkan sebuah nama.”Ayano…Tsubasa”. Tak lama kemudian, sebuah pedang muncul dari tanah dan Ayamu mengambil pedang itu. Ia lalu menancapkan pedang itu di genangan air. WHUUU…Lalu muncul lubang yang cukup besar. “Ayo, Shiaki”.
Shiaki lalu menghela nafas dan masuk ke lubang itu. “Tunggu, Shiaki!!!”. “Maafkan aku, Aya… Kita mungkin tidak bertemu dalam waktu yang cukup lama atau…mungkn kita tidak dapat bertemu lagi…untuk selamanya…”. “Tunggu… Shiaki!!! Jangan lakukan hal itu padaku!!! Shiaki!!!”. Aya terus berteriak menyebut nama Shak sambil berlari untuk menghentikannya. “ Selamat… Tinggal…A…ya”. “SHIAKI!!!”.
“Tolong… tolong berbuatlah sesuatu untuk menghentikan Shiaki!! Ia bahkan belum berpamitan dengan keluarganya…Tolong…”, ucap Aya sambil menangis lirih.
“Maaf, aku tidak bisa berbuat apapun. Yang memutuskan ini semua adalah Nona Shiaki, bukan aku. Ini kehendaknya, bukan kehendakku. Jika kau mau ikut, belum terlambat untuk menyusulnya…”.WHUUU… Lubang itu menutup lagi.
Setelah beberapa detik Shiaki melalui jalan yang gelap dan penuh bintang-bintang, ia tiba disebuah kerajaan. “Tadi bukan jalan gelap dan penuh bintang-bintang, tetapi itu adalah jalan dimensi. Dan untuk membukanya, kita membutuhkan Dimensionscyhte , yaitu alat untuk menyebrang dimensi ruang dan waktu. Misalnya, Ayano Tsubasa milikku”, kata Ayamu menjelaskan “Wah, ternyata Nona Ayamu bisa membaca pikiran juga, ya. Sepertnya aku harus lebih hati-hati nih..”.
“Uhm…sekarang kita harus ke mana?”. “Ikuti terus saja jalan berbukit itu”. Wah, ternyata Nona Ayamu juga singkat dalam berbicara, ya. Maksudnya, tidak terlalu banyak bicara. “Ehem…”. “Eh. Maaf..”.
Setelah cukup lama mereka berjalan di jalan yang berbukit, Shiaki melihat seorang pria yang penampilannya hampir sama dengan Ayamu. Pria itu berjalan mondar-mandir seperti orang kebingungan. Tiba-tiba pria itu melihat mereka dengan tatapan yang tajam. Ia lalu berlari menuju kearah Shiaki dan Ayamu dan menyerang Ayamu. Untung saja Ayamu cepat tanggap. Ia langsung mengeluarkan pedangnya. “Arashi-Sen”, gumam pria itu. “Seribu angin topan?”, ucapku heran. “Ayano Tsubasa Kageyoshi”. Tiba-tiba suasana hutan yang tenang menjadi kacau dengan adanya pertarungan sengit antara dua pedang yang memiliki kekuatan yang hebat. Pohon-pohon melambai, daun berterbangan ke sana kemari karena Arashi-Sen dan tanah menjadi terbelah karena Ayano Tsubasa Kageyoshi. Shiaki juga hampir terbang ke langit ke tujuh karena pertarungan ini. Tapi untung saja pertarungan ini tidak berlangsung lama.
“Kau masih saja kuat seperti dulu”, ucap Pria itu kepada Ayamu.
“Kau juga, masih tangguh seperti dulu. Kau pasti sering mengasah kekuatanmu, ya..”.
“Tunggu!! Jadi kalian sudah saling kenal?! Lalu kenapa kalian bertarung?!! Kalian hampir memakan korban tak bersalah, tau?!!”.
“ Maafkan aku, Nona Shiaki. Dia adalah kakakku tercinta, Chiyo Waremhart. Aku dan dia sering bertarung sejak kecil untuk membuktikan siapa yang paling kuat di antara kami”.
“Waremhart, mungkn maksudnya kepribadian yang hangat ya”.
“Ayo pulang, Ayamu. Ayah, Ibu dan saudara-saudara sudah menunggumu”.
“Uhuk…uhuk…”, terdengar suara wanta batuk di dekat Shiaki. Shiaki lalu menoleh kearah belakang untuk memastikan siapa wanita itu. “Suaranya mirip seperti Aya”, gumam Shiaki. Ternyata, dugaan Shiaki benar. Wanita itu adalah…“AYA-CHAN!!!”. “Ah, jadi kau selamat, Shiaki!!”. “Ap…Apa yang kau lakukan disini?!”. “Dia ikut kita dalam perjalanan mencari ingatan masa lalu yang hilang,”. “Ingatan masa lalu, maksudmu, ‘BUKU’ itu?”. Ayamu hanya mengangguk. “Baiklah, jelaskan itu nanti saat makan malam”.
“KAKAAAAAK!!!”. Terdengar seorang cowok teriak dari arah istana. “Jadi, kau merupakan anggota kerajaan?”. “Ya”.
“Chiyoko!!”. “Selamat datang, kaak!! Lho, kakak kedua? Itukah kau?”
“Halo, Chiyoko, lama tak jumpa”. “Kak Amu!! Ternyata ini benar-benar kau!! Mama dan papa pasti senang kau sudah pulang!! Ehm… siapa wanita manis yang penuh warna itu?”. “Perkenalkan, wanta itu adalah Aya Shinami dan temannya Shiaki Tsubasa. Mereka akan membantuku dalam mencari ingatan masa lalu-ku. Dan untuk Aya dan Shiaki, ini adalah anak ke-9 di keluargaku, namanya Chiyoko Fenhart”. “Salam kenal, Kak penuh warna yang cantik, Aya-san dan Kakak yang suram, Shiaki-san”. “Apa kau bilang?!!”. “Shiaki, yang sabar ya..”. “Kemari kau, dasar bocah MULUT BESAR!!!”. “Kakaaak Tolong aku!!!”.
“Setelah sekan lama, akhrnya Chiyoko mendapat teman juga, ya…”.
“ya…”.
Akhirnya Shiaki, Aya dan Ayamu tiba di dimensi pertama, yaitu tempat tinggal Ayumu Eicyhart. Bagaimanakah nasib Shiaki selanjutnya? Akankah ia berhasil mengumpulkan ‘ingatan masa lalu’ Ayamu yang ternyata adalah sebuah BUKU?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar